Pajak Indonesia

pajak indonesia terlalu mahal dan ribet

Banyaknya Wajib Pajak baru yang masuk daftar sebagai penyumbang pemasukan negara rupanya tak luput dari kemalasan untuk membayar pajak.

Hal ini ditengarai oleh tarif pajak yang tinggi dan membuat masyarakat berpikir ulang untuk bayar kewajiban mereka terhadap negara.

Dari sisi para pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin mendirikan usaha di Indonesia juga gencar-gencanya melalukan penghindaran pajak.

Meski kategori penghindaran pajak bukanlah sebuah pelanggaran hukum, tetapi imbasnya berdampak pula pada pemasukan negara.

Selain itu, korupsi pajak yang terjadi tanpa pemberian efek jera secara konkrit pada para pelakukanya menambah bumbu pajak Indonesia tambah rumit.

Pajak Indonesia Terlalu Tinggi

Tingginya tarif pajak Indonesia awal mula terlihat tinggi saat tarif listrik 900 VA mulai diberlakukan secara normal tanpa subsidi, sehingga pengeluaran yang harus diserahkan oleh tiap rumah tangga cukup mengagetkan.

Sebelum itu, indikator yang paling tampak di permukaan adalah adanya target dari pemerintah yang ingin mencapai penerimaan pajak mencapai Rp1,3 triliun.

Nilai sebesar itu harus dicapai oleh pemerintah, sehingga mereka menerapkan sejumlah program yang berguna mengoptimalkan sumber-sumber pajak baru.

Tingginya pajak Indonesia ini justru menimbulkan bermacam-macam reaksi pada masyarakat hingga sampai pada titik antipati terhadap pajak.

Mereka menyadari bahwa beban pajak yang harus dibayar juga semakin besar seiring tarif yang ditetapkan. Bila kita menengok prinsip dagang orang China dengan mengambil keuntungan sedikit tetapi jumlah pembeli stabil bahkan meningkat, maka pemasukan pun juga lebih banyak dari yang diharapkan.

Maksudnya, apabila sistim pajak diterapkan seperti itu otomatis keengganan masyarakat untuk membayar pajak akan berkurang drastis, tetapi tentu negara tidak sepenuhnya setuju dengan ide tersebut.

Lalu, bagaimana sikap kita untuk mengelola budget untuk membayar pajak selama masih menjalankan usaha agar keuntungan tetap bisa diperoleh?

1. Konsultasikan dengan konsultan pajak

Jasa Konsultan pajak saat ini sudah banyak berdiri dan bisa dijumpai di berbagai kota Anda, sehingga tidak perlu ragu meminta bantuan mereka untuk melakukan perencanaan yang baik dan menguntungkan bisnis maupun usaha.

Carilah dan pilihlah jasa Konsultan Pajak yang legal alias resmi sehingga seluruh laporan dapat dipertanggungjawabakan keabsahannya.

Tarif dari Jasa Konsultan Pajak memang agak lebih mahal daripada yang tidak sah, tetapi dijamin hasil yang Anda peroleh juga lebih rapi, bagus, dan tepercaya.

2. Maksimalkan usaha

Semakin besar pendapatan yang diperoleh dari bisnis maupun usaha yang dijalankan, maka tanggungan pajak juga akan semakin besar.

Namun, bila besarnya keuangan tersebut bisa menutup seluruh keperluan, kebutuhan, dan keinginan Anda artinya urusan pajak bisa diatasi dengan baik.

Usahakan untuk tepat waktu saat pembayaran, penyampaian, dan pelaporan pajak agar tidak menunggak apalagi menjadi kasus pelanggaran pajak.

3. Tidak terlalu show off di media sosial

Banyaknya kasus pajak yang menyeret berbagai elemen pebisnis dikarenakan postingan harta benda pada media sosial mereka sehingga memicu Ditjen Pajak mengambil tindakan.

Berhati-hatilah bermedia sosial apalagi berinteraksi dengan netizen di luar sana.
Andai kata dilakukan pemeriksaan, maka itu sudah jadi kewajiban Anda sebagai warga negara yang harus taat pada hukum.

Dalam kasus pajak, banyak yang salah kaprah terhadap strategi penghindaran pajak. Padahal cara tersebut tidak masuk dalam konsekuensi hukum, apalagi penghindaran tidak bisa disamakan dengan pelanggaran pajak.

Jadi, apabila Anda ingin memaksimalkan laba dengan membayar pajak sekecil mungkin, maka gunakan perencanaan pajak yang bak dan gunakan bantuan dari jasa konsultan pajak.